Idustri peralatan rumah tangga

0 komentar






Industri Peralatan Rumah Tangga yang dapat menambah indahnya rumah kita. Juga banyak terdapat di Kabupaten Tulungagung seperti kursi dari bambu,lemari,hiasan-hiasan dari batu marmer dan masih banyak lainya.
Dalam industri peralatan rumah tannga ini banyak menyerap tenaga kerja salah satunya seperti kerajinan dari bahan-bahan bekas yang ada di desa Serut kec.Boyolangu. di sini mereka membuat kerajinan-kearjinan seperti tempat sampah,kursi dan sandal dari ban bekas. Dalam industri ini sudah tidak bisa di sebut Home industry karena telah menyerap tenaga kerja yang banyak dan pendistribuanya pun tidak hanya di daerah Tulungagung saja tetapi ke Kediri,Blitar dan Trenggalek. Industri ini sangatlah ramah lingkungan karena menggunakan bahan dari ban bekas yang sudah tidak berguna menjadi berguna.
Lapangan pekerjaan ini bias di sebut cukup menjajikan karena hamper semua orang dan sekolah-sekolah membutuhkan barang-barang yang di produksi misalkan seperti tempat sampah
Tetapi pemerintah harus tetap melindungi industri ini sebab dalam jaman globalisasi sekarang semua sudah serba modern dan orang-orang semakin memilih hal-hal yang lebih menarik dan modern.
Jadi, LINDUNGILAH PRODUK KITA SENDIRI!!!

KESENIAN DAERAH TULUNGAGUNG

0 komentar


Reog Kendang, Keunikan Tulungagung

Kesenian reog kendang sampai sekarang berkembang di hampir setiap desa di Tulungagung. Apalagi, pemerintah kabupaten setempat menjadikan reog kendang sebagai ikon sekaligus kebanggaan Tulungagung. Reog kendang menghasilkan irama tetabuhan perkusi gembluk (kendang) yang bertalu-talu dan terkadang diselingi suara sompret (terompet). Reog semakin atraktif ditingkahi tari-tarian.
Tarian itu dimainkan 6, 12, atau 18 orang. Tari reog kendang terkesan sederhana dan tidak rumit, tetapi tetap menebarkan nuansa keindahan sekaligus estetika koreografi yang khas kesenian tradisi dan etnik sebagaimana tarian khas suku Dayak di Kalimantan.
"Sekarang terdapat tidak kurang 300 kelompok kesenian reog kendang. Setiap kelompok beranggotakan lebih kurang 45 orang," kata Pembina Komunitas Reog Kendang Batara Agung Saguru Tulungagung Didik Handoko, beberapa waktu silam.
Ia menambahkan, komunitas Batara Agung Saguru adalah wadah seniman tari reog dan jaranan se-Kabupaten Tulungagung. Mereka tampil di sejumlah negara. Pada Oktober nanti komunitas ini tampil dalam perhelatan seni budaya "Cross Culture" di Surabaya. Legenda
Sejarah reog kendang khas daerah penghasil marmer ini tidak lepas dari legenda yang mengisahkan kehendak Raja Bugis untuk memboyong putri cantik dari Kediri. Sang putri cantik itu tidak lain adalah kedi (banci/waria).
Sang putri pun memberikan syarat-syarat yang harus dipenuhi jika utusan Raja Bugis itu hendak memboyong dirinya ke kerajaan. Syarat- syarat itu antara lain berupa mata ayam tukung, dendeng tengu, madu lanceng, dan seruling batang padi.
"Dari syarat-syarat yang diminta sang puri, terciptalah gembluk (kendang), sompret, gongseng, iker-iker, kenong, dan gong yang menjadi kesenian tradisi reog kendang," kata sesepuh seniman reog kendang, Suryamiadi.
Alkisah, setelah semua persyaratan yang diminta sang putri terpenuhi, prajurit asal kerajaan Bugis menyerahkannya dengan tata laku gerak yang akhirnya terciptalah gerak mentokan, gerak tekesan, gerak liling-lilingan, joget tole-tolean, joget nguak sumur, dan gerak kejang.
Suryamiadi mengungkapkan, kesenian reog kendang dalam perkembangannya sering kali mengusung tembang-tembang khas Tulungagung, seperti tembang "Kuto Rowo/Kota Tulungagung", "Waduk Wonorejo", "Tulungagung Berseri", dan "Turi-Turi Putih". "Biasanya tembang yang kami bawakan adalah "Kuto Rowo", yang mengisahkan kota Tulungagung yang berasal dari rawa-rawa," katanya.


Kawasan Indah Bendungan Wonorejo

0 komentar

Awal Mula Bendungan Wonorejo

Pembangunan Bendungan Wonorejo dimulai pada tahun 1992. Sebanyak 995 keluarga telah dipindahkan dari tempat mereka bermukim. Tercatat pula tujuh orang tewas selama proses pembangunan.

Total dana yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp 22,049 milyar, ditambah 18,71 milyar yen dana bantuan Pemerintah Jepang. Perusahaan Listrik Negara (PLN), usai pembuatan waduk tuntas, melengkapi dengan membangun jaringan listrik. Total biaya untuk instalasi listrik sebesar Rp 10,9 milyar, plus 577 juta yen dari Pemerintah Jepang.
Setelah pembangunan selesai, bendungan Wonorejo diresmikan pada tanggal 21 Juni 2001 oleh wakil presiden pada saat itu Megawati Seokarno Putri.

Bendungan Wonorejo Sekarang

Bendungan Wonorejo berada di sebelah barat kota Tulungagung. Tepatnya 12 kilometer ke arah barat kota tulungagung di desa Wonorejo. Dapat ditempuh selama 30 menit dari kota. Selama perjalanan menuju bendungan, kita akan disuguhi panorama pegunungan yang asri dan pemandangan hutan yang menyejukkan jiwa.

Bendungan Wonorejo memiliki beberapa fungsi penting :
1. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
PLTA Wonorejo dapat mebangkitkan listrik sebesar 6,02 megawatt.

2. PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum)
Bendungan Wonorejo dapat menyediakan PDAM Surabaya 8 meter kubik tiap detik

3. Sistim Irigasi
Bendungan Wonorejo dapat mendukung irigasi pertanian untuk sawah seluas 1.200 hektar.

4. Pariwisata
Bendungan Wonorejo juga berfungsi untuk kunjungan wisata bagi wisatawan kota dan luarkota bahkan mancanegara karena pesona indah dan alami Bendungan Wonorejo yang dapat menarik perhatian para wisatawan merupakan keunggulan dari Bendungan Wonorejo

5. Perikanan
Untuk perikanan, menurut Pimpinan Proyek Pengembangan Sungai Brantas Ir Sukistiono Dipl HE, Waduk Wonorejo dapat 200 ton ikan per tahun.



Fasilitas:
1. HOTEL
Sebelum menuju Bendungan, terdapat Hotel yang menghadap langsung ke arah Bendungan yang menjadi favorit bagi para wisatawan.

2. VILLA / COTTAGE
Cottage terdiri dari 9 unit, Standar, Delux, dan Delux Plus serta akan terus dilakukan pengembangan . Vila di sekitar bendungan menawarkan suasana pegunungan nan asri yang juga menjadi pilihan utama bagi para wisatawan

3. GEDUNG PERTEMUAN
Gedung Pertemuan Tirtaloka terletak di atas bukit dengan pemandangan yang sangat indah menghadap ke Bendungan, dengan kapasitas 400 (empat ratus) orang, cocok untuk acara pertemuan, rapat, pernikahan, ulang tahun pisah kenal dll.


4. PLAY GROUND
Bagi mereka yang berlibur sekeluarga, anak-anak sudah disediakan tempat bermain disekitar kolam renang.

5. BUMI PERKEMAHAN
Empat bumi perkemahan sudah disediakan ditempat yang teduh, dan dilengkapi dengan MCK

6. WISATA PERAHU
Telah disediakan perahu Wisata dengan tarip murah dan perahu Boat dengan kecepatan tinggi yang selalu siap ditempat.

7. KANTIN
Di tepi-tepi jalan sudah tertata rapi sederetan kios-kios yang selalu menjual makanan kesukaan pengunjung wisata.

8. Jogging Track .
Disekitar Bendungan terdapat lahan untuk Olah Raga jalan sehat di tepi waduk, dengan hawa yang sejuk dengan panjang lintasan 1 km.

9. Sepeda Gunung
Telah tersedia lahan untuk mereka yang gemar akan olah raga sepeda gunung disekitar waduk dengan udara yang bersih, sejuk, segar dan bebas dari polusi serta pemandangan yang indah. Jadi para pencinta sepeda dapat bersepeda dengan menikmati pemandangan nan alami.

10. Renang
Kolam Renang dibagi menjadi dua bagian, untuk anak-anak dan orang dewasa dengan air yang sangat jernih, membuat peminatnya menjadi betah.

11. Tempat Ibadah
Lokasi wisata telah dibangun tiga unit tempat ibadah 1 (satu) masjid dan 2 (dua) musholla. Jadi para pengunjung tidak kesulitan bila mereka ingin beribadah.

12. Helipad
Adalah tempat landasan helikopter yang digunakan Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri saat meresmikan Bendungan Wonorejo. Jadi, para penjabat bila ingin ke Bendungan Wonorejo dapat menggunakan helikopter mereka. Selain itu helipad di Bendungan Wonorejo juga digunakan sebagai arena pertunjukan free style sepeda motor. Jadi untuk para pecinta Free style sepeda motor dapat mengapreasiasikan bakat mereka di bendungan Wonorejo.

Setiap Pengunjung diwajibkan membayar Rp. 2.000 untuk sekali masuk wilayah bendungan Wonorejo. Setelah itu pengunjung menempuh perjalanan sepanjang 1 km setelah pintu gerbang. Bendungan Wonorejo ramai pada saat liburan, hari libur dan pada saat ada acara tertentu. Jika saat ramai biasanya tiket masuk ke bendungan wonorejo akan sedikit dinaikkan. Biaya pemasukan pada saat pengunjung ramai biasanya mencapai 2 juta per hari.

Dan secara mengejutkan pada awal tahun diresmikannya bendungan Wonorejo, bendungan Wonorejo menempati urutan ketiga dalam kunjungan wisatawan ke objek wisata daerah Tulungagung dibawah pantai Popoh dan pantai Sine. Angka ini terus bertambah seiring bertambahnya usia hingga bendungan Wonorejo menjadi objek wisata paling favorit di wilayah Tulungagung karena keindahan pesonanya. Selain itu, faktor jarak bendungan Wonorejo dengan kota Tulungagung yang tidak terlalu jauh dibandingkan objek wisata di wilayah Tulungagung yang lainnya.

Sebagai objek wisata yang baru, kita harus terus menjaga kealamiannya, keindahannya, dan keasriannya agar tidak hilang ditelan waktu.

http://www.potlot-adventure.com/2009/03/10/bendungan-wonorejo-tulungagung/
http://wadukwonorejo.blogspot.com/

kain batik tulis tulungagung

0 komentar

Kain batik tulis tulungagung
Bahan: katun
Jenis batik: batik tulis
Panjang: 225 cm
Lebar: 110 cm
Harga kisaran:150 – 170 rb



• Kain batik ini merupakan kain batik tulis, yang merupakan motif batik Indonesia yang berasal dari tulungagung.
• Kain batik ini dapat digunakan untuk membuat blouse, rok maupun hem/kemeja.
• Sebelum dijahit ,kain batik ini sebaiknya dicuci terlebih dahulu .
• Proses pewarnaan kain batik tulis dilakukan secara tradisional ,tanpa menggunakan mesin.
• Pada pencucian pertama hingga ketiga,akan terjadi pelepasan residu dari proses pewarnaan tersebut.namun tidak akan mempengaruhi kualitas kain dan warna,karena bukan proses pelunturan.
• Pada pencucian pertama hingga ketiga,pisahkan kain batik tulis ini dari cucian lain.

Home Industri Geti

0 komentar


Geti merupakan salah satu makanan khas Tulungagung yang memiliki cita rasa khas yang berbeda dengan produk lain dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Di masyarakat wijen diolah menjadi geti dengan rasa gula biasa oleh karena itu perlu sebuah inovasi baru, yaitu geti dengan aneka rasa. Selain geti rasa gula biasa bisa di buat rasa stroberi, nanas, jeruk, dan lain-lain. Pengolahan geti aneka rasa ini bertujuan untuk memotivasi mahasiswa dan masyarakat untuk mengembangkan usaha tersebut sehingga menambah nilai (added value) dari wijen, dan menciptakan peluang usaha baru dalam masyarakat dengan pembuatan geti aneka rasa. Metode yang digunakan adalah wawancara dan observasi lapang, berdasarkan hasil wawancara produk geti aneka rasa belum ada dipasaran yang ada hanyalah produk geti dengan rasa gula biasa. Metode pembuatan geti aneka rasa adalah (a) Penyiapan alat dan bahan, (b) Mencuci wijen kemudian ditiriskan, (c) Menggoreng wijen dengan kuali tanpa minyak di atas api kayu, (d) Membersihkan kacang tanah dan dicuci, kemudian ditiriskan, (e) Menggoreng kacang tanah, (f) melelehkan gula, (g) Memasak gula dan menambah essence, (h) Memasukkan wijen dan kacang ke dalam gula dan essence yang telah dimasak, (i) Membentuk adonan di papan khusus, (j) Memotong adonan, (k) Pengemasan produk, (l) geti aneka rasa siap untuk jual. Harga jual geti yang tadinya Rp 7.500,00/bungkus naik menjadi RP 10.500,00/bungkus jika di buat menjadi geti dengan aneka rasa. Pengolahan geti aneka rasa ini memberikan signal yang positif di tinjau dari omset penjualan dan potensi pasar yang ada untuk meningkatkan pendapatan para pengusaha kecil dan masyarakat, usaha ini akan lebih maju jika dari pihak-pihak terkait berpartisiapasi untuk mengembangkan dan terus malakukan suatu terobosan-terobosan ke arah perbaikan dan kesempurnaan.


Geti yang sering di jumpai di pasar tradisional atau supermarket merupakan produk asli masyarakat yang di kerjakan secara Home Industry (Industri Rumahan). Rasanya yang memiliki cita rasa khas yang berbeda dengan produk yang lain yang sangat disukai masyarakat. Geti biasanya dihidangkan sebagai makanan pada Hari Raya atau pernikahan untuk menyambut para tamu di daerah Tulungagung. Namun masyarakat masih kurang mengembangkan makanan geti ini, kemasan produk geti masih sangat sederhana, promosi geti masih sangat kurang dan kurangnya memberi inovasi pada kualitas geti sehingga omset penjualan produk geti belum bisa maksimal.
Inovasi pengolahan geti yaitu dengan adanya geti modern spesial aneka rasa menjadi sebuah peluang usaha baru. Usaha geti dengan aneka rasa ini perlu di buat adalah menambah variasi rasa geti yang beranekaragam dan untuk mempromosikan geti sebagai salah satu makanan khas Tulungagung.
Apabila produk geti di Tulungagung diolah menjadi produk dengan kemasan yang lebih menarik dan beraneka rasa, maka bisa menambah pendapatan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, dan juga mampu untuk lebih mengenalkan geti sebagai makanan khas Tulungagung.